
Penyakit yang menimpa manusia sebagian besar diakibatkan oleh tindakan manusia itu sendiri. Penyakit itu antara lain sakit maag, sakit gigi, gagal ginjal, paru-paru, dan lain-lain. Salah satu penyebab semua itu adalah kebiasaan merokok.
Para perokok biasanya sulit untuk menghentikan kebiasaannya, padahal penyakit yang disebabkan rokok dapat menyebabkan kematian. Entah mengapa perilaku kebiasaan merokok tak pernah surut baik di jalan-jalan, pasar, angkot, kantor, bahkan ada yang di sekolah. Oleh karena itu saya tertarik untuk menulis karya tulis tentang bahaya merokok.
Rokok biasanya berbentuk silinder terdiri dari kertas yang berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm, berwarna putih dan coklat. Biasanya berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah, ditambah sedikit racikan seperti cengkeh, saus rokok, serta racikan lainya untuk menikmati sebatang rokok, perlu dilakukan pembakaran pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujungnya yang lain.
Biasanya rokok dijual dalam bentuk kemasan kertas, dengan dua jenis rokok yaitu yang berfilter dan tidak berfilter. Filter terbuat dari bahan busa, serabut sintetis yang berfungsi menyaring nikotin.
Manusia pertama yang suka melakukan kegiatan merokok untuk keperluan ritual adalah suku bangsa Indian di Amerika, sekitar abad ke-16. Pada saat itu bangsa Eropa baru saja menemukan benua Amerika. Penjelajah dari Eropa ini ikut mencoba menghisap rokok. Kebiasaan merokok ini dijadikan kesenangan semata oleh bangsa Eropa, sedangkan suku bangsa Indian merokok untuk acara ritual. Pada abad 17 para pedagaang Spanyol masuk ke Turki, saat itulah kebiasaan merokok dikenal oleh negara-negara Islam. Saat itu, mereka tidak tahu akan bahayanya kebiasaan merokok ini. Ketika pada zaman Nabi, rokok belum ada maka dari itu Al-Qur’an tidak menyebutkan secara jelas aturannya, sebagaimana aturan mabuk-mabukan, berzina, dan makanan yang diharamkan. Tetapi banyak sekali penelitian membuktikan bahwa kebiasaan merokok bisa merusak tubuh kita, dan Islam tidak mengajarkan hal itu.
Tembakau (Nicotiana spp., L) adalah tumbuhan berdaun lebar, asalnya dari daerah Amereika Utara dan Amerika Selatan. Biasanya daun ini sering digunakan sebagai bahan baku utama rokok.
Tembakau mengandung zat alkaloid nikotin, sejenis neurotoxin yang sangat ampuh jika digunakan pada serangga. Zat ini biasanya digunakan sebagai bahan utama insektisida (obat pembunuh serangga). Nikotin adalah sebuah senyawa kimia organik, merupakan sebuah alkaloid yang ditemukan secara alami di berbagai macam tumbuhan seperti tembakau dan tomat. Sebenarnya kandungan nikotin sangat pontesial sebagai racun saraf serangga.
Jadi dapat disimpulkan bahwa merokok merupakan kegiatan bodoh yang dilakukan manusia yang mengorbankan uang, kesehatan, kehidupan sosial, pahala, persepsi positif, dan lain sebagainya. Maka bersyukurlah anda jika belum merokok, karena anda adalah orang yang smart / pandai.
Ketika seseorang menawarkan rokok maka tolak dengan baik. Merasa kasihanlah pada mereka yang merokok. Jangan dengarkan mereka yang menganggap anda lebih rendah dari mereka jika tidak ikutan ngerokok. karena dalam hati dan pikiran mereka yang waras mereka ingin berhenti merokok. Gak merokok bukan berarti gak jantan seperti yang sering kita dengar.
“Gak merokok lo? ah…cemen amat lo, kayak banci aja.”
kata-kata di atas pasti sangat sering kita dengar dari teman-teman kita yang merokok. Itu sudah wajar, maka jika anda benar-benar mengerti maka silahkan ambil tindakan yang benar-benar anda pahami
sukses selalu sob
Tidak ada komentar:
Posting Komentar